TIPOLOGI PUISI MANTRA SUNDA: KONTEKS TUTURAN, FUNGSI KULTURAL, MAKNA SIMBOLIK, DAN PROSES PENCIPTAANNYA
Diterbitkan 2026-06-15
Hak Cipta (c) 2026 Heri Isnaini, Yulia Herliani (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Abstrak
Abstrak
Puisi mantra Sunda merupakan salah satu bentuk sastra lisan tradisional yang hidup dalam masyarakat Sunda dan diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari sistem kepercayaan serta praktik budaya lokal. Dalam konteks ini, puisi mantra tidak hanya berfungsi sebagai teks estetis, melainkan sebagai tuturan sakral yang memiliki daya simbolik dan performatif dalam kehidupan sosial masyarakat pendukungnya. Berdasarkan klasifikasi Yus Rusyana, puisi mantra Sunda dapat ditipologikan ke dalam enam jenis, yaitu asihan, jangjawokan, ajian, singlar, rajah, dan jampe. Tipologi tersebut menunjukkan bahwa mantra Sunda disusun dan digunakan dengan mempertimbangkan tujuan, konteks pemakaian, serta fungsi kultural tertentu yang berkelindan dengan ritual, pengobatan, perlindungan, dan relasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis puisi mantra Sunda dengan menitikberatkan pada konteks penuturan, fungsi kultural, makna simbolik, serta proses penciptaannya sebagai teks sastra lisan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menjadikan teks mantra sebagai sumber data utama. Analisis dilakukan melalui pembacaan interpretatif terhadap struktur dan isi mantra, serta diperkuat oleh studi pustaka guna membangun kerangka teoretis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi mantra Sunda merepresentasikan pola pikir, sistem nilai, dan kosmologi masyarakat Sunda, khususnya dalam memaknai hubungan antara manusia, alam, dan kekuatan transenden. Dengan demikian, kajian ini berkontribusi pada upaya dokumentasi dan pemaknaan ulang tradisi lisan Sunda, sekaligus menegaskan posisi puisi mantra sebagai bagian integral dari kebudayaan dan identitas kultural masyarakat Sunda.
Kata Kunci: Gerakan Literasi Sekolah, kemampuan literasi membaca, literasi siswa.
Referensi
- Ahimsa-Putra, H. S. (2012). Strukturalisme Levi-Strauss: Mitos dan Karya Sastra. Yogyakarta: Kepel Press.
- Andriani, Y. Y., & Adelia, S. C. (2022). Mantra Pertahanan Diri Perempuan Sunda di Dusun Pamagangan Kabupaten Pangandaran: Kajian Sastra Lisan Albert B. Lord. Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal, 1(2), 242-259.
- Badrun, A. (2014). Patu Mbojo: Struktur, Konteks Pertunjukan, Proses Penciptaan dan Fungsi. Mataram: Lengge.
- Chairani, S., Nuzwaty, N., Barus, E., & Siwi, P. (2025). Ethnolinguistics Study Of Mantra In The Tradition Of Pacu Jalur. TELL-US JOURNAL, 10(4), 1078-1095.
- Danadibrata, R. A. (Ed.) (2015) Kamus Basa Sunda Karya R.A. Danadibrata. Bandung: PT Kiblat Buku Utama.
- Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia: Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Grafitipress.
- Dewi, S. (2014). Mantra Singlar: Struktur, Konteks Penuturan, Proses Penciptaan, Dan Fungsi di Desa Sundamekar, Cisitu, Sumedang. Jurnal Bahtera Sastra Indonesia, 1(3).
- Endraswara, S. (2004). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.
- Fadillah, N., Amaliyah, F. N., Rahmah, F. A., & Mulyaningsih, I. (2023). Kajian Struktural Puisi Mantra Jampe Nyeuri Beuteung di Suku Sunda. Jurnal Tradisi Lisan Nusantara, 3(1), 17-28.
- Fatonah, S. S. N., Budiman, A., & Sukmana, E. (2025). KARAKTERISTIK MANTRA DI KECAMATAN RANCAKALONG KABUPATEN SUMEDANG. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(03), 315-328.
- Hutomo, S. S. (1991). Mutiara yang Terlupakan. Surabaya: HISKI.
- Ilmi, T. N., Isnendes, C. R., & Suherman, A. (2024). Nilai Estetika pada Puisi Mantra Sunda di Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 13(1), 43-59.
- Isnaini, H. (2007). Mantra Asihan: Struktur, Konteks Penuturan, Proses Penciptaan, dan Fungsi. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.
- Isnaini, H. (2010). Asihan Jaran Goyang: Struktur, Konteks Penuturan, Proses Penciptaan, dan Fungsi. Metasastra, Volume 3, Nomor 2, Desember 2010, 126-145.
- Isnaini, H. (2022a). Mantra Asihan Makrifat: Analisis Struktur, Konteks Penuturan, Proses Penciptaan, dan Fungsi JURRIBAH: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa Volume 1, Nomor 1, 1-12.
- Isnaini, H. (2022b). Mantra Asihan Makrifat: Analisis Struktur, Konteks Penuturan, Proses Penciptaan, dan Fungsi. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa, 1(1), 1-12.
- Isnaini, H. (2026). Mitologi Nusantara: Narasi Gaib, Simbol, dan Legenda Leluhur. Bandung: Literatura Nusantara.
- Khairi, A., & Ahmad, I. (2025). MANTRA, SOVEREIGNTY, AND THE ANIMAL OTHER: RETHINKING MALAY KNOWLEDGE THROUGH THE MANTRA GAJAH:(MANTRA, KEDAULATAN DAN HAIWAN LAINNYA: PENILAIAN SEMULA ILMU MELAYU MELALUI MANTRA GAJAH). Asian Journal of Environment, History and Heritage, 9(1).
- Moleong, L. J. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
- Rahmah, F. A. (2024). Mantra jampe nyeuri beuteung dan jampe muriang di Suku Sunda: Kajian semiotik. Literature Research Journal, 2(1), 1-9.
- Ratna, N. K. (2006). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Rusyana, Y. (1970). Bagbagan Puisi Mantra Sunda. Bandung: Proyek Penelitian Pantun dan Folklor Sunda.
- Saputra, H. S. P. (2007). Memuja Mantra: Sabuk Mangir dan Jaran Goyang Masyarakat Suku Using Banyuwangi. Yogyakarta: LKiS.
- Sorayah, Y. (2014). Fungsi dan Makna Mantra Tandur di Desa Karangnunggal Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur. Jurnal Bahtera Sastra Indonesia, 2(2).
- Suhardi, I., & Huda, U. (2023). Mantra as Local Wisdom in the Ritual of Bonokeling Community, Pekuncen Village, Jatilawang District, Banyumas Regency. Jurnal Lingua Idea, 14(2), 174-189.
- Sumarlina, E. S. N., Permana, R. S. M., & Darsa, U. A. (2023). RINEKASASTRA MAJAS DALAM TEKS NASKAH MANTRA SUNDA: RINEKASASTRA MAJAS DALAM TEKS NASKAH MANTRA SUNDA. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora, 5(3), 272-280.
- Sumarlina, E. S. N., Permana, R. S. M., & Darsa, U. A. (2024). Rhyme in the Sundanese Mantra Manuscript Text: The Connection of Structure, Meaning, and Functions in Society. Paper presented at the 4th International Conference of Local Wisdom (Incolwis 2022).
- Suryani, E. (2011). Rahasia Pengobatan yang Tersirat dalam Naskah Mantra. Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara, 2(2), 77-111.
- Teeuw, A. (1983). Membaca dan Menilai Karya Sastra. Jakarta: Gramedia.